CSS

Search This Blog

BOT Facebook [ Auto Like & Comment ]


Nama Aplikasi : FB AUTO COMMENT & LKE GENERATOR+
- Versi : 4.1.3
- Rilis : 19 Juli 2011


==================================================
1. LISENSI
==================================================
- FB Auto Comment & Like Generator+ adalah software tak berbayar (freeware)
- Penyalahgunaan penggunaan akan berakibat dihentikannya layanan bot


==================================================
2. PEMBAHARUAN
==================================================
- Tampilan baru dan dapat dikonfigurasi
- Auto Konfirmasi permintaan pertemanan
- Auto Logout dari FB jika aplikasi dihentikan
- Suport Systray
- Target bisa dipilih
- Pengecualian target (ID)
- Tanda tangan bisa diedit (jika sebelumnya tanda tangan sudah fix)
- Perbaikan : Komen yang diulang-ulang dalam satu kiriman yang sama sehingga menjadikan spam


==================================================
3. PENGGUNAAN
==================================================
- Konek ke Facebook (Tombol Connect)
- Login ke Akun melalui browser yang ada di aplikasi
- Setting
> Isi komentar (untuk Auto Comment)
> Check [Friend Mention] untuk menyebut Nama teman dalam komentar
> Untuk mengecualikan seseorang dari aksi BOT, setting pada Expection
> Pilih target bot
> Set Interval waktu
- Start


Silahkan untuk yang berminat bisa langsung download dibawah ini :
FBAutoComment LikeGenerator Plus V4.13 (456.42 KB)

Hati-hati, Timeline Facebook Bisa Permalukan Anda!


Berhati-hatilah pada situs pertemanan Facebook. Selain dapat membuat bangga pada profil diri yang dilihat banyak orang, timeline atau fitur terbaru jejaring sosial ini juga dapat membuat Anda malu. Terutama, bila Anda sering berinteraksi dengan situs berbau pornografi.

Aktivitas yang satu ini juga akan tercatat pada kegiatan di akun Facebook Anda. Karena fitur timeline ini akan menampilkan apa saja kegiatan Anda, yang menggunakan Facebook secara berlanjut. Demikian seperti dilansir laman Zeenews, Jumat (30/9).

Waspadalah pada sebuah situs dewasa yang menampilkan lambang "like" untuk akun Facebook. Techwag memberikan peringatan kepada para pengguna Facebook, yang gemar mengunjungi situs dewasa itu. Karena sekali mereka menggunakan akun itu untuk beraktivitas di situs dewasa, aktivitas itu akan muncul pada timeline akun Anda hingga batas waktu yang ditentukan.

Namun jangan khawatir berlebihan. Soalnya, hal ini hanya akan terjadi jika Anda memilih untuk berinteraksi dengan situs porno. Bila tidak, mengapa Anda harus malu untuk "like" sesuatu?(ANS)

Ingin Wisata Angkasa? Siapkan Rp 1,7 M


Terminal antariksa komersial pertama di dunia, Virgin Galactic, telah resmi dibuka untuk umum. Terminal buatan miliarder Inggris Richard Branson itu menjadi bagian pariwasata Spaceport America yang terletak di gurun terpencil di selatan New Mexico, Amerika Serikat.

Acara pembukaannya pun dihadiri langsung oleh Brenson pada Senin (17/10) kemarin. Branson bergabung dengan Gubernur Susana Martinez, astronot Buzz Aldrin dan sejumlah calon wisatawan ruang angkasa di terminal. Menurut Brenson, pengerjaan landasan pacu pesawat sudah hampir berlangsung setahun.

"Bangunan ini benar-benar megah," kata Brenson seperti dikutip Washington Post. "Ini benar-benar berbeda dari bangunan yang ada di dunia dan itu lah tujuan kami untuk membangun gedung ini," tambahnya.

Bangunan ini akan menjadi rumah pesawat ruang angkasa Virgin Galactic, kontrol misi dan area persiapan bagi wisatawan. Tiket untuk menaiki pesawat WhiteKnightTwo akan dikenakan biaya US$ 200.000 atau Rp 1,7 miliar. Penerbangan selama dua setengah jam ini akan mencakup melihat pemandangan bumi yang sampai saat ini hanya bisa dilihat oleh para astronot.

Dengan terminal antariksa dan kapal induk terselesaikan, saat ini pihak perusahaan akan menyelesaikan tes roket. "Kami menyiapkan tes akhir yang dalam perjalanan ke ruang angkasa," kata Branson.

Brenson berharap tes penerbangan pesawat ruang angkasa Virgin Galactic ini sudah bisa dilakukan sampai akhir tahun 2012 dan segera memulai penerbangan suborbital komersial dari pelabuhan antariksa itu. Lebih dari 450 orang sudah membeli tiket untuk peenrbangan dengan Virgin Galactic. Sekitar 150 orang lainnya juga menghadiri upacara pembukaan tersebut.

Sebelum memasuki ke ruang penyimpanan pesawat, para pengunjung berkeliling ke flyover dengan WhiteKnightTwo, pesawat induk yang nantinya akan membawa wisatawan ruang angkasa dalam penerbangan suborbital.

Dengan dana US$ 209 juta yang didanai oleh pembayar pajak, terminal antariksa ini akan menjadi stasiun peluncuran orang dan muatan di kapal roket yang tengah dikembangkan untuk Virgin Galactic. Dengan panel logam kustom dan panel kaca besar, terminal ini berdasar lantai gurun dan diubah menjadi landasan beton seluas hampir 2-mil.

Banjir Thailand, Sony Gagal Luncurkan Produk Baru


Banjir yang menerjang Tahiland membuat pemasaran kamera juga terganggu. Akibatnya Sony gagal meluncurkan produk barunya.

Sony mengumumkan, Kamis (20/10), bahwa peluncuran baru kamera lensa tunggal digital tertunda. Hal itu karena pembuatan produknya berada di wilayah yang terkena banjir sehingga terganggu.

Sony mengatakan, peluncuran untuk empat model terbaru kamera Sony direncanakan pada 11 November mendatang. Namun, akibat banjir besar di Thailand, produksi kamera ditangguhkan.

Perusahaan teknologi asal Jepang itu sedang mempertimbangkan memproduksi kamera di pabrik lain di Thailand. Tapi pihaknya akan mengambil waktu untuk mengamankan tenaga kerja, peralatan, dan komponen yang diperlukan.

Toba Bukan Lagi Milik Indonesia


Adalah Van Bemmelen, geolog Belanda, yang mungkin bisa ditunjuk sebagai bapaknya teori Toba sebagai kaldera gunung api. Tahun 1939 ia ditugaskan Pemerintah Belanda untuk meneliti Danau Toba dan akhirnya menemukan bukti bahwa danau indah itu merupakan kaldera gunung raksasa.

Temuan itu sempat menimbulkan kontroversi. Namun, di beberapa negara, seperti Malaysia dan India, kemudian ditemukan abu vulkanik yang diidentifikasi berasal dari letusan Toba. Teori Bemmelen lambat tapi pasti mulai diterima masyarakat hingga kini.

Van Bemmelen adalah pencetus teori bahwa kaldera Toba berasal dari satu letusan dahsyat. Teori ini didukung oleh Aldiss dan Ghazali. Namun, melalui penanggalan dengan metode radiometri, para peneliti setelahnya berhasil mengungkap bahwa letusan Toba berasal dari empat letusan besar. Beberapa peneliti itu, di antaranya, Vestappen (1961), Yokoyama dan Hehanusa (1981), Nishimura (1984), Knight (1986), dan Chesner dan Rose (1991).

Craig A Chesner, profesor geologi dari Eastern Illinois University, masih aktif meneliti Toba hingga saat ini. Thesis Chesner tentang Toba semakin memperjelas posisi Toba sebagai supervolcano yang letusannya berdampak global.

Chesner-lah orang yang memberi jalan bagi lahirnya embrio teori Toba Catastrophe ketika ia mengirimkan sampel abu vulkanik Toba ke peneliti John Westgate (University of Toronto) tahun 1994. Westgate saat itu sedang berusaha mencari tahu asal abu vulkanik yang berusia 74.000 tahun lalu yang tersebar di berbagai belahan bumi.

Kiriman abu vulkanik Toba dari Chesner menjadi akhir dari pencarian Westgate. Tahun 1998, Stanley H Ambrose dari University of Illinois at Urbana-Champaign membangun teori baru Toba Catastrophe yang menawarkan analisis bahwa letusan dahsyat Toba telah membuat dunia mengalami penurunan suhu drastis dan membuat populasi manusia hampir punah.

Michael L Rampino (New York University), Stephen Self (University of Hawaii at Manoa), kemudian Greg Zielinski (University of Massachusetts) merupakan peneliti berpengaruh yang secara mendalam mempelajari material abu vulkanik Toba. Merekalah yang menyediakan data bagi lahirnya teori Toba Catastrophe yang diyakini membuat kemacetan populasi manusia.

Teori Toba Catastrophe semakin dipertajam oleh peneliti genetika asal Inggris yang ahli sintesis DNA, Stephen Oppenheimer. Terkait Toba, Oppenheimer yang didukung Bradshaw Foundation telah merilis migrasi manusia dengan judul Journey of Mankind. Tulisan yang disertai simulasi migrasi manusia itu memberi posisi penting letusan Toba yang dianggap melahirkan perubahan drastis genetika pada ras-ras Homo sapiens.

Meski demikian, Toba dan teori migrasi itu hanya berkumandang di debat-debat internasional di luar Indonesia. Hingga kini, Indonesia masih sepi dari minat terhadap Toba. (Ahmad Arif, Indira Permanasari, Amir Sodikin, M Hilmi Faiq)

COMEN